بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2012

Mengenal Sosok Guru Sekumpul

K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani
Guru Sekumpul, itulah panggilan akrab untuk Kyai Haji Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin al-Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari yang bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana. Beliau merupakan Ulama Banjar yang sangat kharismatik dan populer di Kalimantan khususnya Martapura dan Banjarmasin.

Selain di dipanggil Guru Sekumpul beliau juga biasa dipanggil Abah Guru Sekumpul atau Tuan Guru Ijai. Di lahirkan pada malam Rabu 27 Muharam 1361 Hijriyah atau bertepatan pada tanggal 11 Februari 1942 di desa Dalam Pagar (sekarang masuk ke dalam kecamatan Martapuran Timur) dari pasangan suami-istri Abdul Ghani bin H. Abdul Manaf dengan Hj. Masliah binti H Mulya. Beliau merupakan anak pertama, sedangkan adiknya bernama H.Rahmah. Ketika masih kanak-kanak, beliau dipanggil Qusyairi. Merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar,Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari. 

Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani sejak kecil selalu berada di samping ayah dan neneknya yang bernama Salbiyah. Kedua orang ini yang memelihara Qusyairi kecil. Sejak kecil keduanya menanamkan kedisiplinan dalam pendidikan. Keduanya juga menanamkan pendidikan tauhid dan akhlak serta belajar membaca Al-Quran. Karena itulah, guru pertama dari Alimul Allamah Asy Syekh Muhammad Zaini Ghani adalah ayah dan neneknya sendiri.
Semenjak kecil ia sudah digembleng orang tua untuk mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan ditanamkan perasaan cinta kasih dan hormat kepada para ulama. Guru Sekumpul sewaktu kecil sering menunggu al-Alim al-Fadhil Syaikh Zainal Ilmi yang ingin ke Banjarmasin hanya semata-mata untuk bersalaman dan mencium tangannya.
Pada tahun 1949 saat berusia 7 tahun, ia mengikuti pendidikan “formal” masuk ke Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Martapura. Kemudian tahun 1955 pada usia 13 tahun, ia melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Darussalam, Martapura. Pada masa ini ia sudah belajar dengan Guru-guru besar yang spesialis dalam bidang keilmuan seperti :
  • al-Alim al-Fadhil Sya’rani Arif
  • al-Alim al-Fadhil Husain Qadri
  • al-Alim al-Fadhil Salim Ma’ruf
  • al-Alim al-Allamah Syaikh Seman Mulya
  • al-Alim Syaikh Salman Jalil
  • al-Alim al-Fadhil Sya’rani Arif
  • al-Alim al-Fadhil al-Hafizh Syaikh Nashrun Thahir
  • KH. Aini Kandangan.
Tiga yang terakhir merupakan gurunya yang secara khusus untuk pendalaman Ilmu Tajwid.
Syaikh Seman Mulya adalah pamannya yang secara intensif mendidiknya baik ketika berada di sekolah maupun di luar sekolah. Dan ketika mendidik Guru Sekumpul, Guru Seman hampir tidak pernah mengajarkan langsung bidang-bidang keilmuan itu kepadanya kecuali di sekolahan. Tetapi, Guru Seman langsung mengajak dan mengantarkan dia mendatangi tokoh-tokoh yang terkenal dengan sepesialisasinya masing-masing baik di daerah Kal-Sel (Kalimantan) maupun di Jawa untuk belajar. Seperti misalnya ketika ingin mendalami Hadits dan Tafsir, guru Seman mengajak (mengantarkan) Guru Sekumpul kepada al-Alim al-Allamah Syaikh Anang Sya'rani yang terkenal sebagai muhaddits dan ahli tafsir. Menurut Guru Sekumpul sendiri, di kemudian hari ternyata Guru Tuha Seman Mulya adalah pakar di semua bidang keilmuan Islam itu. Tapi karena kerendahan hati dan tawadhu tidak menampakkannya ke depan khalayak.
Sedangkan al-Alim al-Allamah Salman Jalil adalah pakar ilmu falak dan ilmu faraidh. (Pada masa itu, hanya ada dua orang pakar ilmu falak yang diakui ketinggian dan kedalamannya yaitu beliau dan almarhum K.H. Hanafiah Gobet). Selain itu, Salman Jalil juga adalah Qhadi Qudhat Kalimantan dan salah seorang tokoh pendiri IAIN Antasari Banjarmasin. Salman Jalil ini pada masa tuanya kembali berguru kepada Guru Sekumpul sendiri. Peristiwa ini yang ia contohkan kepada generasi sekarang agar jangan sombong, dan lihatlah betapa seorang guru yang alim besar tidak pernah sombong di hadapan kebesaran ilmu pengetahuan, meski yang sekarang sedang menyampaikannya adalah muridnya sendiri.
Selain itu, di antara guru-guru Guru Sekumpul lagi selanjutnya :
  • Syekh Syarwani Abdan Bangil
  • al-Alim al-Allamah al-Syaikh al-Sayyid Muhammad Amin Kutbi
Kedua tokoh ini biasa disebut Guru Khusus beliau, atau meminjam perkataan beliau sendiri adalah Guru Suluk (Tarbiyah al-Shufiyah).
Dari beberapa gurunya lagi adalah :
Sedangkan guru pertama secara ruhani :
  • al-Alim al-Allamah Ali Junaidi (Berau) bin al-Alim al-Fadhil Qadhi Muhammad Amin bin al-Alim al-Allamah Mufti Jamaludin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari
  • al -Alim al-Allamah Muhammad Syarwani Abdan Bangil



    Gemblengan ayah dan bimbingan intensif pamannya semenjak kecil betul-betul tertanam. Semenjak kecil ia sudah menunjukkan sifat mulia; penyabar, ridha, pemurah, dan kasih sayang terhadap siapa saja. Kasih sayang yang ditanamkan dan juga ditunjukkan oleh ayahnya sendiri. Seperti misalnya, suatu ketika hujan turun deras, sedangkan rumah Guru Sekumpul sekeluarga sudah sangat tua dan reot. Sehingga air hujan merembes masuk dari atap-atap rumah.Pada waktu itu, ayahnya menelungkupinya untuk melindungi tubuhnya dari hujan dan rela membiarkan dirinya sendiri tersiram hujan.

    Abdul Ghani bin Abdul Manaf, ayah dari Guru Sekumpul juga adalah seorang pemuda yang saleh dan sabar dalam menghadapi segala situasi dan sangat kuat dengan menyembunyikan derita dan cobaan. Tidak pernah mengeluh kepada siapapun. Cerita duka dan kesusahan sekaligus juga merupakan intisari kesabaran, dorongan untuk terus berusaha yang halal, menjaga hak orang lain, jangan mubazir, bahkan sistem memenej usaha dagang dia sampaikan kepada generasi sekarang lewat cerita-cerita itu.

    Beberapa cerita yang diriwayatkan adalah sewaktu kecil mereka sekeluarga yang terdiri dari empat orang hanya makan satu nasi bungkus dengan lauk satu biji telur, dibagi empat. Tak pernah satu kalipun di antara mereka yang mengeluh. Pada masa-masa itu juga, ayahnya membuka kedai minuman. Setiap kali ada sisa teh, ayahnya selalu meminta izin kepada pembeli untuk diberikan kepada Qusyairi. Sehingga kemudian sisa-sisa minuman itu dikumpulkan dan diberikan untuk keluarga.

    Adapun sistem mengatur usaha dagang, ayah Guru Sekumpul menyampaikan bahwa setiap keuntungan dagang itu mereka bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk menghidupi kebutuhan keluarga, sepertiga untuk menambah modal usaha, dan sepertiga untuk disumbangkan. Salah seorang ustadz setempat pernah mengomentari hal ini, “bagaimana tidak berkah hidupnya kalau seperti itu.” Pernah sewaktu kecil Qusyairi bermain-main dengan membuat sendiri mainan dari gadang pisang. Kemudian sang ayah keluar rumah dan melihatnya. Dengan ramah sang ayah menegurnya, “Nak, sayangnya mainanmu itu. Padahal bisa dibuat sayur.” Qusyairi langsung berhenti dan menyerahkannya kepada sang ayah.

    Beberapa Catatan lain berupa beberapa kelebihan dan keanehan Qusyairi adalah dia sudah hafal Al-Quran semenjak berusia 7 tahun. Kemudian hapal tafsir Jalalain pada usia 9 tahun. Semenjak kecil, pergaulannya betul-betul dijaga. Kemana pun bepergian selalu ditemani. Pernah suatu ketika Qusyairi ingin bermain-main ke pasar seperti layaknya anak sebayanya semasa kecil. Saat memasuki gerbang pasar, tiba-tiba muncul pamannya, Syaikh Seman Mulya di hadapannya dan memerintahkan untuk pulang. Orang-orang tidak ada yang melihat Syekh, begitu juga sepupu yang menjadi ”bodyguard”-nya. Dia pun langsung pulang ke rumah.

    Dalam usia kurang lebih 10 tahun, sudah mendapat khususiat dan anugerah dari Tuhan berupa Kasyaf Hissi yaitu melihat dan mendengar apa yang ada di dalam atau yang terdinding. Dalam usia itu pula Qusyairi didatangi oleh seseorang bekas pemberontak yang sangat ditakuti masyarakat akan kejahatan dan kekejamannya. Kedatangan orang tersebut tentunya sangat mengejutkan keluarga di rumah beliau. Namun apa yang terjadi, laki-laki tersebut ternyata ketika melihat Qusyairi langsung sungkem dan minta ampun serta memohon minta dikontrol atau diperiksakan ilmunya yang selama itu ia amalkan, jika salah atau sesat minta dibetulkan dan dia pun minta agar supaya ditobatkan.

    Pada usia 9 tahun pas malam jumat Qusyairi bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit. Di depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun pintu masuk kapal tertulis “Sapinah al-Auliya”. Qusyairi ingin masuk, tapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Dia pun terbangun. Pada malam jum’at berikutnya, ia kembali bermimpi hal serupa. Dan pada malam jumat ketiga, ia kembali bermimpi serupa. Tapi kali ini ia dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang syekh. Ketika sudah masuk ia melihat masih banyak kursi yang kosong.
    Ketika Qusyairi merantau ke tanah Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka orang yang pertama kali menyambutnya dan menjadi guru adalah orang yang menyambutnya dalam mimpi tersebut.

    Salah satu pesan Guru Sekumpul adalah tentang karamah, yakni agar kita jangan sampai tertipu dengan segala keanehan dan keunikan. Karena bagaimanapun juga karamah adalah anugrah, murni pemberian, bukan suatu keahlian atau skill. Karena itu jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan. Dan karamah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istiqamah di jalan Allah itu sendiri. Kalau ada orang mengaku sendiri punya karamah tapi salatnya tidak karuan, maka itu bukan karamah, tapi bakarmi(orang yang keluar sesuatu dari duburnya).
    Guru Sekumpul juga sempat memberikan beberapa pesan kepada seluruh masyarakat Islam, yakni:
    1. Menghormati ulama dan orang tua
    2. Baik sangka terhadap muslimin
    3. Murah harta
    4. Manis muka
    5. Jangan menyakiti orang lain
    6. Mengampunkan kesalahan orang lain
    7. Jangan bermusuh-musuhan
    8. Jangan tamak atau serakah
    9. Berpegang kepada Allah, pada kabul segala hajat
    10. Yakin keselamatan itu pada kebenaran.






KH Muhammad Zaini Abdul Ghani sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, selama 10 hari. Selasa malam, pada tanggal 9 Agustus 2005 sekitar pukul 20.30, Guru Sekumpul tiba di Bandar Udara Syamsuddin Noor, banjarbaru, dengan menggunakan pesawat carter F-28.
Pada hari rabu, tanggal 10 Agustus pukul 05.10 pagi, Guru Sekumpul menghembuskan napas terakhir dan berpulang ke rahmatullah pada usia 63 tahun di kediamannya sekaligus komplek pengajian, Sekumpul Martapura. Guru Sekumpul meninggal karena komplikasi akibatgagal ginjal.
Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Sekumpul lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas salat subuh, masyarakat dari berbagai daerah diKalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum. Pasar Martapura yang biasanya sangat ramai pada pagi hari, Rabu pagi itu sepi karena hampir semua kios dan toko-toko tutup. Suasana yang sama juga terlihat di beberapa kantor dinas, termasuk Kantor Bupati Banjar. Sebagian besar karyawan datang ke Sekumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di dekat Mushalla Ar Raudhah, Rabu sore sekitar pukul 16.00, warga masyarakat yang datang diberikan kesempatan untuk melakukan salat jenazah secara bergantian. Kegiatan ibadah ini berpusat di Mushalla Ar Raudhah, Sekumpul, yang selama ini dijadikan tempat pengajian oleh Guru Sekumpul.
Beliau meninggalkan tiga orang istri (Hj. Juwairiyah, Hj. Laila, Hj. Noorjannah) dan dua orang anak dari istri beliau Hj. Noorjannah bernama Muhammad Amin Badali (6 Januari 1995) dan Ahmad Hafi Badali (19 Maret 1996)

Ahmad Hafi Badali dan Muhammad Amin Badali

Sabtu, 21 Januari 2012

Keponakan Baru

Muhammad Zain

Muhmmad Zain


Subhanallah.. sekali lagi aku melihat Kuasa-Mu, Kebesaran-Mu yang sungguh luar biasa tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Sungguh Engkau Maha Sempurna.

Minggu, 15 Januari 2012 atas Kehendak-Mu..
Engaku telah menghadirkan bayi mungil yang menambah kebahagiaan di dalam keluarga besar kami. Bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir tanpa kurang suatu apapun itu, kini menjadi perimadona di keluarga kami. Lahir dengan berat 3,2kg dan panjang kurang lebih 41cm membuat aku dan keluarga besarku sering berkumpul. Biasanya kami hanya mementingkan urusan kami sendiri, tapi setelah ia lahir kami seakan-akan lupa dengan segala urusan kami dan mendahulukan dia. Kami sepakat memberi dia nama Muhammad Zain, dan panggilannya Zain.

Kelahiran Zain membuatku merasa semakin tua..hhe
Padahal umurku baru 16th dan bulan juni nanti baru menginjak 17th, tapi kelahiran Zain menambah jumlah keponkanku. Sekarang keponakanku menjadi 6orang. Bahkan keponakanku yang paling tua hanya selisih setahun delapan hari denganku, namanya Danu Kartawijaya dan memiliki dua orang adik namanya Reka Puspasari dan Adam Maulana, mereka adalah anak dari kakakku yang pertama. Lalu keponakanku yang berikutnya bernama Nadia Rahila, dia adalah anak dari kakakku yang ketiga. Dan dari kakakku yang keempat, aku memiliki dua keponakan bernama Mazia dan Muhammad Zain. Aduhh... banyak yaa keponakanku ini, belum lagi nanti (belum tau kapan) aku bakal mendapat keponakan lagi dari kakakku yang kedua dan kakakku yang kelima. Hmm.. kecil-kecil sudah dipanggil tante.

Kelahiran Zain menambah pengalaman untukku..hhe
Awalnya aku bingung saat Zain akan lahir, sebab kakak Zain (Mazia atau sering disapa Zia) menjadi tanggung jawabku karena dia hanya mau ikut denganku. Mau tidak mau, terima tidak terima aku harus mengurusnya, mulai dari mandi, makan, minum susu dan lain sebagainya. Tapi sekarang aku sudah mulai terbiasa mengurusnya dan sekarang selain mengurus Zia aku juga itu serta mengurus Zain (hehe.. itung-itung belajar ngurus bayi), sedikit-sedikit aku mulai bisa.. 

Senin, 02 Januari 2012

Metamorfosis (Perubahan Kecil Dalam Hidupku)





Bismilahhirahmanirahim..

Senin, 2 Januari 2012 sekitar pukul 06.03 aku tiba di sekolah, hari pertama masuk sekolah setelah libur semester 3 sekitar 9 hari (Hmm.. liburnya kurang lama). Belum lagi aku selesai memarkirkan motorku, Egi (salah satu teman sekelasku) yang terlebih dahulu datang buru-buru menghampiriku lalu berkata “Asta.. tobat kah neng ?” dan aku hanya tersenyum mendengar ucapannya kemudian kami sama-sama berjalan menuju kelas. Dalam perjalanan menuju kelas beberapa teman terus memperhatikanku dan di saat itu aku berpapasan dengan Ona (teman sekelasku sewaktu kelas sepuluh) “Aaaa.... Yete.. penampilan baru kam” ujarnya dengan nada tinggi dan menghampiriku. Karena aku kaget dengan teriakkanya aku langsung pergi menghindarinya ternyata, dia mengejarku sampai ke kelas. Kebiasaan dia kalo ketemu aku pasti kalo nggak nyubit kedua pipiku ya pasti ketawa-ketawa nggak jelas (aduhh.. memang anak satu itu).

Saat aku memasuki kelas, teman-temanku pun tidak kalah terkejutnya seperti halnya Ona. Mereka menatapku seolah-olah aku ini seperti orang asing, orang yang tidak pernah mereka lihat. “Loh.. Yanti ?”, “Ehh..Yanti kah nih ?”, “Ya ampun.. Yanti tobat kah ?”, “Ihh.. Yanti kah ? kok nggak mirip sih ?”. Itu koment mereka saat melihatku tadi pagi, dan aku hanya menjawab dengan senyuman.

Sewaktu upacara bendera teman-teman dan kakak kelas (terutama anak kelas XII Bahasa) pun nggak kalah kagetnya melihat penampilanku yang tiba-tiba berubah. Setelah upacara kak Ayu (kakak kelasku) yang datang mencari ku kekelas, hmm.. dasar teman-teman ku di kelas suka ngerjain orang, mereka bilang aku nggak masuk sekolah. Tapi akhirnya mereka kasian ngliat tampang kak Ayu, mereka memberi tau kalo hari ini aku masuk dan menujuk ke arahku. Kak Ayu bingung mencari sosok diriku yang jelas-jelas sedang duduk di barisan paling depan. Akhirnya aku berjalan menghampirinya dan seketika itu juga dia tertawa dan berkata “Nah ini dia, Hmm... tobat am kah ??” dan sekali lagi aku hanya diam.

Semua itu gara-gara mereka melihat sebuah perubahan dalam gaya berpakaianku, sangat tampak sekali perbedaan dibanding dengan gaya berpakaianku sebelumnya. Kini aku mengenakan baju lengan panjang, rok panjang dan tidak lupa aku juga mengenakan kerudung (aduh.. nyari sensai ja aku nih).

Hmm..  {-Tahun Baru-Baju Baru-Penampilan Baru- }.

Hmm.. alhamdulillah salah satu niat dan keinginanku telah terwujud. Sebenarnya sudah lama aku ingin mengenakan kerudung (dari sebelum masuk sma), tapi entah kenapa niat itu terhambat karena nyaliku kecil untuk memulainya dan kakakku pun  mengejekku  (huh.. dia memang tidak pernah pro dengan semua tindakanku), “buat apa pake kerudung kalo sholat aja masih bolong-bolong” katanya (hehe.. maklum waktu jaman lulus smp aku banyak mainnya). Setelah itu, nyaliku pun semakin kecil dan sempat beberapa saat keinginan itu ku lupakan. Tapi setelah hampir setahun aku duduk di bangku sma, aku kembali teringat akan keinginanku yang belum terwujud itu. Dan terbesit dalam benakku untuk mewujudkan keinginanku itu.

Sedikit demi sedikit aku mulai membenahi diri, berusaha melakukan semua yang telah di perintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Niat ku pun semakin kuat setelah aku mengikuti pengajian di SPANSA yang di bimbing oleh kak Fenny . Aku banyak belajar darinya, memperdalam ilmu agama dan dia juga sering mengingatkan ku tenteng cara bergaul dengan lawan jenis, mengingatkan tentang batasan-batasan antara lawan jenis. Dia adalah sesorang motivator dan penasehat bagiku. Di saat aku berada dalam masa-masa sulit, saat aku merasa lelah dalam usahanya mewujudkan keinginan ku itu, di selalu menolongku. Syukron ya ukhti..^^

Kini aku sudah membulatkan tekatku, meluruskan niatku hanya karena Allah SWT dan memberanikan diriku untuk menutup aurat seperti yang telah di perintahkan oleh Allah SWT dalam Al- Quran surah Al-Ahzab ayat 59 :
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLAH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).



Semoga ini bukan suatu akhir, tapi merupakan suatu awal yang baik dari perjalanan hidupku. Aamiin ya Rabb..

Senin, 24 Oktober 2011

Apa Bedanya Ta'aruf dan Pacaran ??

Dalam proses ta’aruf dengan calon pasangan, pihak laki dan perempuan dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etika. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi ta`aruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.


Disinilah letak perbedaan antara pacaran dengan ta’aruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil ‘wah’ di depan pasangannya. Berdandan, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari kehidupan real nanti dalam keluarga.


Padahal setelah menikah, justru semua itu akan ditinggalkan dan masing-masing baru akan tampil dengan wajah dan kelakuan aslinya. Padahal dahulu hal-hal seperti itu tidak pernah dibahas dalam masa pacaran, karena semua waktunya tersita untuk jatuh cinta.

Islam sesungguhnya sejak awal sudah memperkenalkan istilah ta’aruf sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan. Ta’aruf sangat berbeda dengan pacaran. Ta`aruf adalah sesuatu yang syar`i dan memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat.

Tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta’aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Istilah pacaran sebenarnya tidak ada batasan bakunya, namun umumnya yang namanya pacaran itu apalagi di zaman permisif dan hedonis sekarang ini tidak lain adalah hubungan lain jenis non mahram dengan segala aktifitas maksiatnya dari khalwat, zina mata, zina telinga dan sampai zina kemaluan.

Bahkan beberapa penelitian di berbagai tempat seperti di Yogyakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sebagian besar pasangan pacaran itu memang telah melakukan hubungan tidak senonoh mulai dari bercumbu, berpelukan, berciuman sampai persetubuhan. Parahnya, semua itu umumnya dilakukan oleh para mahasiswa yang notabene terpelajar dan calon pemimpin bangsa.

Jadi hampir bisa dikatakan bahwa pacaran itu tidak lain adalah zina atau minimal mendekati wilayah zina yang memang haram dan dilarang oleh semua agama.

Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa mengenal calon pasangan hidupnya kalau bukan dengan cara pacaran ?

"
Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya."

Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya: "Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu," mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.

Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.

Rasulullah SAW bersabda,
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan." (Riwayat Ahmad)

Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan pendekatan untuk mengenal lebih dekat. Namun kenyataannya tujuan itu jarang yang tercapai. Karena umumnya alih-alih melakukan pendekatan, yang terjadi justru melakukan sekian banyak bentuk kemaksiatan.

Buktinya, berapa banyak pasangan muda yang sebelum menikah sempat pacaran bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 5 – 10 tahun, sayangnya begitu mereka menikah langsung cerai dan hancur berantakan rumah tangganya. Belum lagi meningkatnya kasus hamil di luar nikah oleh pasangan sendiri dan juga perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Istilah pacaran itu sendiri udah menjadi "biasa".dimana pasangan tidak sah melakukan serangkaian aktifitas bersama. n kebanyakan aktifitas pacaran itu identik dengan apel malam minggu (namanya apel sudah pasti berduaan, karena kalau rame-rame namanya rombongan), juga nonton ke bioskop berdua, berboncengan sepeda motor, jalan-jalan berduaan, makan di restoran berduaan, tukar menukar SMS, saling bertelepon siang dan malam dan semua aktifitas lain yang mengasyikkan. Intinya adalah kebersamaan dan berduaan. Hampir sulit dikatakan pacaran bila semua itu dilakukan bersama-sama dalam kelompok besar.

Bahkan hakikat pacaran adalah pada berduaannya itu. Inilah pacaran yang dikenal dan bukan yang tertulis dalam kamus. Jadi dengan pengertian yang lazim dikenal sekarang ini tentang pacaran, maka tidak bisa lain semua itu adalah khalwat yang diharamkan.

Islam sudah memperingatkan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan karena yang ketiganya adalah setan.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Tren Remaja Sekarang

Kerudung jadi tren remaja sekarang, biar dibilang “alim” ??

Sekarang aku duduk di bangku kelas dua SMA di salah satu sekolah favorit di Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), walaupun sekolahku bukan sekolah berpredikat Madrasah Aliyah tapi mayoritas 70% siswinya mengenakan kerudung.
 Pertanyaanku, apa mereka benar-benar berniat ingin menutup aurat ??? atau hanya sekedar mengikuti tren zaman sekarang ??
Menurut pendapat dan pengamatanku.. sebagian besar mereka hanya mengikuti tren saja. Sebab, jika diliat dari cara berpakaian mereka rata-rata masih ada yang menggunakan pakaian yang ketat (memperihatkan bentuk tubuh) dan masih banyak yang lepas pasang. Mereka hanya mengenakan kerudung  jika di sekolah. Tapi, jika di luar sekolah kerudung itu mereka lepas dan biasanya mereka pergi jalan-jalan hanya menggunakan tengtop dan hotspans.
Astagfirullah.. Dan sungguh disayangkan hanya sebagian kecil dari mereka yang benar-benar berniat ingin menutup aurat.
Apa mereka ingin dibilang “alim” jika di sekolah ??? apa mereka hanya ingin menutupi kekurangan-kekurangan mereka ??
Iyya.. kebanyakan alasan mereka berkerudung karena itu
ckckckckkck.. dasar anak muda zaman sekarang..

Seperti yang diperintahkan Allah dalam al-quran  surah Al-ahzab ayat 59 :
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLAH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).
Perintah Allah diatas sudah jelas dan tegas bahwa Allah mewajibkan bagi kaum perempuan untuk menutup aurat.
Perintah Allah diatas ditegaskan lagi oleh Nabi Muhammad S.A.W. dalam hadist beliau yang artinya : “Wahai Asma! Sesungguhnya seorang perempuan apabila sudah cukup umur, tidak boleh dilihat seluruh anggota tubuhnya, kecuali ini dan ini, sambil rasulullah menunjuk muka dan kedua tapak tangannya”.
 Al-Qur’an surat Annur(24):31
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…”
Hadis Rasululloh SAW, bahwasanya beliau bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Keterangan:
Hadis ini menjelaskan tentang ancaman bagi wanita-wanita yang membuka dan memamerkan auratnya. Yaitu siksaan api neraka. Ini menunjukkan bahwa pamer aurat dan “buka-bukaan” adalah dosa besar. Sebab perbuatan-perbuatan yang dilaknat oleh ALLAH SWT atau Rasul-Nya dan yang diancam dengan sangsi duniawi (qishas, rajam, potong tangan dll) atau azab neraka adalah dosa besar.

Hey.. buat teman-temanku yang sekarang sudah mengenakan kerudung. Tapi, niatnya masih menyimpang, aku sarankan mulai sekarang perbaiki niat kalian. Niatkan kalian memakai kerudung itu hanya “karena Allah SWT”, bukan karena mau dibilang alim atau semacamnya. Dan buat teman-temanku yang sekarang belum mengenakan kerudung, segerakanlah kalian menutupi aurat. Tapi sekali lagi ku ingatkan, niatkan semuanya itu hanya “karena Allah SWT”..OK..!!