Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Kamis, 05 April 2012
Syndrom Dyslexia
Tahukah Anda bahwa dyslexia (disleksia dalam bahasa Indonesia) adalah penyebab yang paling umum dari masalah kesulitan mengeja, membaca dan menulis? Bagaimana kita membantu anak-anak mengatasi kesulitan-kesulitan ini agar berhasil di sekolah? Informasi-informasi berikut ini bertujuan membantu orang tua, guru, dan terapis mengerti dyslexia dan membantu anak/murid mengembangkan kecintaan membaca dan menulis.
Apa itu dyslexia dan penyebabnya?
Dyslexia adalah suatu masalah kesulitan belajar khusus. Dyslexia mempengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar, mengolah, dan mengerti suatu informasi dengan baik. Secara khusus, hal ini menyebabkan masalah dalam membaca dan menulis karena seseorang dengan problem dyslexia mempunyai kesulitan mengenali dan mengartikan suatu kata, mengerti isi suatu bacaan, dan mengenali bunyi. Tentunya ini menghambat kemampuan seorang anak untuk belajar membaca, bahkan jika anak mempunyai intelegensia normal dan instruksi yang jelas. Dyslexia mempengaruhi 15-20% dari populasi, dan terjadi pada laki-laki dua kali lebih banyak dari pada perempuan.
Penyebab dari dyslexia secara umum bisa jadi dari genetika, namun penyebab lain yang tidak umum adalah cedera pada kepala atau trauma. Beberapa anak dyslexia ternyata memproses informasi menggunakan area yang berbeda pada otak dibanding anak-anak tanpa kesulitan belajar. Walaupun begitu, ini bukan merupakan karakteristik pada semua anak dyslexia. Beberapa type dyslexia bisa menunjukkan perbaikan sejalan bertambahnya usia anak.
Bagaimana mengidentifikasi dyslexia?
Identifikasi dyslexia mungkin sangat sulit dilakukan sebagai orang tua atau guru di kelas. Namun orang tua dan guru bisa melihat beberapa tanda dan gejala dyslexia, dan bisa mencari pendapat dan evaluasi dari ahli profesional/terapis yang tepat.
Perhatikan beberapa tanda berikut :
Kesulitan mengasosiasikan (menghubungkan arti) suatu huruf dengan bunyinya
Terbalik dengan huruf (dia jadi bia) atau kata (tik jadi kit)
Kesulitan membaca kata tunggal
Kesulitan mengeja kata tunggal
Kesulitan mencatat huruf/kata dari papan tulis atau buku
Kesulitan mengerti apa yang mereka dengar (auditory)
Kesulitan mengatur tugas, material, dan waktu
Kesulitan mengingat isi materi baru dan materi sejenisnya
Kesulitan dengan tugas menulis
Kesulitan pada kemampuan motorik halus (misalnya memegang alat tulis, mengancing baju)
Tidak terkoordinasi
Masalah perilaku dan/atau tidak suka membaca
Jika seorang anak menunjukkan sejumlah tanda-tanda dyslexia, rujuklah anak kepada lembaga pendidikan khusus atau ahli profesional yang terlatih dalam masalah dyslexia, untuk melakukan evaluasi menyeluruh. (Catatan : daftar tanda-tanda di atas tidak merupakan daftar mutlak tanda dan gejala dyslexia. Gunakanlah hanya sebagai panduan umum, bukan sebagai dasar diagnosis. Tanyakanlah dulu kepada ahli untuk rujukan selanjutnya)
Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak dyslexia?
Setelah anak dievaluasi, hasilnya akan menunjukkan dengan cara bagaimana anak bisa belajar paling baik. Ada anak yang belajar lebih baik dengan cara visual (melihat), auditori (mendengarkan), dan taktil (menyentuh/meraba). Menggunakan gaya belajar yang sesuai untuk tiap anak sangat penting supaya mereka bisa belajar lebih baik. Berikut adalah contoh cara belajar untuk masing-masing type anak (saran-saran ini bersifat umum dan tidak harus digunakan secara mutlak pada tiap anak)
Visual (penglihatan)
Anak belajar paling baik dengan cara melihat informasi. Karena itu, cara mulai yang baik adalah dengan menggunakan kartu bergambar dengan kata-kata tertulis di bawahnya (flash card). Pilihlah kata-kata yang sesuai dengan level belajar anak. Selain itu, jika anak kesulitan dengan bunyi, tunjukkan di mana bunyi itu dibuat di dalam mulut secara umum.
Contoh : tunjukkan huruf /t/ pada kartu, lalu arahkan ke dalam mulut Anda. Buatlah bunyi /t/ dengan gerakan yang berlebihan. Biarkan anak meniru tindakan Anda sambil melihat ke dalam cermin. Tingkatkan dengan kombinasi suku kata 2 huruf (ta, ti) dan 3 huruf (tas, top), dengan cara menyuarakan dan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan menggunakan gambar-gambar dan kata pada kalender harian. Ulanglah kalender ini setiap hari, lalu tandai tugas-tugas yang sudah selesai.
Auditori (pendengaran)
Anak-anak auditori belajar paling baik dengan cara mendengarkan apa yang diajarkan. Untuk anak yang kesulitan pada masalah bunyi, ajarkan sepasang kata singkat dan mintalah anak untuk mengatakan kata mana yang betul (tas/das). Juga, mintalah mereka menulis huruf, kata, atau kalimat sementara Anda mengucapkannya, untuk melatih kemampuan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan memasang kalender “verbal” (diucapkan). Baca dengan keras kepada anak jadwal hariannya dan bantulah dia mengatur tugas, jadwal, dll.
Taktil (perabaan)
Anak-anak ini belajar paling baik dengan proses ‘menyentuh’. Ini adalah anak-anak yang biasa terlihat memisahkan bagian suatu benda dan kemudian menyatukannya kembali. Mereka belajar paling baik dengan melalui sentuhan, sehingga sangatlah penting untuk memasukkan gaya belajar ini ke dalam perintah-perintah Anda.
Contoh : Biarkan anak membuat bentuk huruf dari tanah liat, untuk membentuk kata singkat. Ulanglah bunyi dari tiap huruf sementara anak membuatnya. Selain itu, alat pengeja taktil juga penting untuk pembelajar type ini. Alat ini meliputi huruf-huruf bertekstur/guratan sehingga anak mendapat rabaan taktil sementara mengeja. Bantulah mengelompokkan dengan mengkombinasikan proses belajar visual dan taktil. Buat kalender dan tandai tiap tanggal penting dengan sticker timbul/bertekstur. Setiap hari, ulanglah kalender ini bersama anak dan buatlah ia menyentuh dan merasakan stiker tersebut. Kombinasi pembelajaran visual dan taktil akan membantu daya ingat.
Contoh-contoh di atas adalah saran untuk mengajar anak dyslexia dengan memfokus pada gaya belajar individual mereka. Ingatlah bahwa banyaknya waktu mengajar mereka secara individu dan identifikasi dini terhadap kesulitan belajar ini, akan membuat proses belajar lebih berhasil.
Sumber : http://rustinah.multiply.com/reviews/item/45?&show_interstitial=1&u=/reviews/item
Selasa, 03 April 2012
Keripik Karuhun Resep Jadul Rasa Gaul
Asalamulaikum..
Misi bapak, ibu, neng, ncang, nyak, babe, acil, paman sekalian ane buka lapak nih...
Keripik Karuhun... Mungkin anda baru mendengarnya... Tapi jangan salah, keripik Karuhun ini beda dari keripik yang lain. Memiliki tekstur rueenyah plus pedasnya bikin ketagihan... Apalagi disetiap gigitan pasti tercium aroma daun jeruk yang super mantab. Harganya juga terjangkau sekali cukup Rp 21.000,00 anda bisa menikmati sebungkus keripik Karuhun.
Penasaran? buruan beliiii.....
Tersedia :
Misi bapak, ibu, neng, ncang, nyak, babe, acil, paman sekalian ane buka lapak nih...
Keripik Karuhun... Mungkin anda baru mendengarnya... Tapi jangan salah, keripik Karuhun ini beda dari keripik yang lain. Memiliki tekstur rueenyah plus pedasnya bikin ketagihan... Apalagi disetiap gigitan pasti tercium aroma daun jeruk yang super mantab. Harganya juga terjangkau sekali cukup Rp 21.000,00 anda bisa menikmati sebungkus keripik Karuhun.
Penasaran? buruan beliiii.....
Tersedia :
Karuhun Rasa Pedas
Karuhun Rasa Super Pedas
Karuhun Rasa Sambel Ijo/Hijau
Minggu, 01 April 2012
Daur Ulang CD Bekas
Beberapa waktu lalu guru mapel mulok di sekolah membari tugas untuk mendaur ulang CD bekas. Awalnya bingung akan di buat menjadi apa CD bekas itu, terlintas dalam pikiran ku beberapa ide seperti membuat baju, membuat jam, membuat kerangjang, tas, dll. Tapi aku memutuskan untuk membuat rak sepatu.
Lubangi
bagian pinggir CD dengan menggunakan solder/bor/bisa juga menggunakan paku yang
dipanaskan.
Setelah itu rangkai CD-CD itu dengan kawat. Kemudian letakkan kardus di bagian bawah CD yang akan digunakan untuk alas rak.
. Lalu buat kerangkan rak dengan menggunakan kayu agar lebih kuat dan tahan lama.
Setelah itu rangkai kembali CD kemudian pasang pada dua sisi rak
Kemudian, cat bagian permukaan CD dengan menggunakan cat berwarna putih agar gambar-gambar bagian depan CD tidak terlihat. Bisa juga dengan tidak menggunakan cat, tapi bagian gambar CD di balik menjadi bagian belakang.
Setelah cat mengering, lapisi CD dan kerangka dengan pernis/pitur agar rak terlihat lebih mengkilap
Tunggu plitur/pernis sampai kering lalu tutupi bagian dalam rak yang terlihat banyak kawat dengan menggunakan kain yang di tempelkan dengan menggunakan lem tembak/lem bakar
Dan hasil akhir tugas mulok daur ulang CD bekas saya selesai..
Alat dan bahan yang di butuhkan antara lain :
- Bahan
CD bekas
Kawat
Kain
Kardus
Kayu
Cat (putih)
Pernis/Plitur
Kawat
Kain
Kardus
Kayu
Cat (putih)
Pernis/Plitur
-Alat
Tang
Kuas
Bor /Solder
Jangka
Lem Tembak/Lem bakar
Gunting
Spidol
Kuas
Bor /Solder
Jangka
Lem Tembak/Lem bakar
Gunting
Spidol
Cara pembuatanya mudah, asal kita punya niat untuk
mengerjakannya dan niatnya juga jangan setengah-setengah....
Setelah itu rangkai CD-CD itu dengan kawat. Kemudian letakkan kardus di bagian bawah CD yang akan digunakan untuk alas rak.
. Lalu buat kerangkan rak dengan menggunakan kayu agar lebih kuat dan tahan lama.
| Kerangka dari kayu |
Setelah itu rangkai kembali CD kemudian pasang pada dua sisi rak
| Rangkai CD sesuai dengan sisi rak |
Kemudian, cat bagian permukaan CD dengan menggunakan cat berwarna putih agar gambar-gambar bagian depan CD tidak terlihat. Bisa juga dengan tidak menggunakan cat, tapi bagian gambar CD di balik menjadi bagian belakang.
Setelah cat mengering, lapisi CD dan kerangka dengan pernis/pitur agar rak terlihat lebih mengkilap
Tunggu plitur/pernis sampai kering lalu tutupi bagian dalam rak yang terlihat banyak kawat dengan menggunakan kain yang di tempelkan dengan menggunakan lem tembak/lem bakar
| Bagian dalam, sebelum dilapisi kain |
| Bagian dalam setelah dilapisi kain |
Dan hasil akhir tugas mulok daur ulang CD bekas saya selesai..
Sabtu, 21 Januari 2012
Keponakan Baru
![]() |
| Muhammad Zain |
![]() |
| Muhmmad Zain |
Subhanallah.. sekali lagi aku melihat Kuasa-Mu, Kebesaran-Mu
yang sungguh luar biasa tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Sungguh Engkau
Maha Sempurna.
Minggu, 15 Januari 2012 atas Kehendak-Mu..
Engaku telah menghadirkan bayi mungil yang menambah kebahagiaan di dalam keluarga besar kami. Bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir tanpa kurang suatu apapun itu, kini menjadi perimadona di keluarga kami. Lahir dengan berat 3,2kg dan panjang kurang lebih 41cm membuat aku dan keluarga besarku sering berkumpul. Biasanya kami hanya mementingkan urusan kami sendiri, tapi setelah ia lahir kami seakan-akan lupa dengan segala urusan kami dan mendahulukan dia. Kami sepakat memberi dia nama Muhammad Zain, dan panggilannya Zain.
Engaku telah menghadirkan bayi mungil yang menambah kebahagiaan di dalam keluarga besar kami. Bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir tanpa kurang suatu apapun itu, kini menjadi perimadona di keluarga kami. Lahir dengan berat 3,2kg dan panjang kurang lebih 41cm membuat aku dan keluarga besarku sering berkumpul. Biasanya kami hanya mementingkan urusan kami sendiri, tapi setelah ia lahir kami seakan-akan lupa dengan segala urusan kami dan mendahulukan dia. Kami sepakat memberi dia nama Muhammad Zain, dan panggilannya Zain.
Kelahiran Zain membuatku merasa semakin tua..hhe
Padahal umurku baru 16th dan bulan juni nanti baru menginjak 17th, tapi kelahiran Zain menambah jumlah keponkanku. Sekarang keponakanku menjadi 6orang. Bahkan keponakanku yang paling tua hanya selisih setahun delapan hari denganku, namanya Danu Kartawijaya dan memiliki dua orang adik namanya Reka Puspasari dan Adam Maulana, mereka adalah anak dari kakakku yang pertama. Lalu keponakanku yang berikutnya bernama Nadia Rahila, dia adalah anak dari kakakku yang ketiga. Dan dari kakakku yang keempat, aku memiliki dua keponakan bernama Mazia dan Muhammad Zain. Aduhh... banyak yaa keponakanku ini, belum lagi nanti (belum tau kapan) aku bakal mendapat keponakan lagi dari kakakku yang kedua dan kakakku yang kelima. Hmm.. kecil-kecil sudah dipanggil tante.
Padahal umurku baru 16th dan bulan juni nanti baru menginjak 17th, tapi kelahiran Zain menambah jumlah keponkanku. Sekarang keponakanku menjadi 6orang. Bahkan keponakanku yang paling tua hanya selisih setahun delapan hari denganku, namanya Danu Kartawijaya dan memiliki dua orang adik namanya Reka Puspasari dan Adam Maulana, mereka adalah anak dari kakakku yang pertama. Lalu keponakanku yang berikutnya bernama Nadia Rahila, dia adalah anak dari kakakku yang ketiga. Dan dari kakakku yang keempat, aku memiliki dua keponakan bernama Mazia dan Muhammad Zain. Aduhh... banyak yaa keponakanku ini, belum lagi nanti (belum tau kapan) aku bakal mendapat keponakan lagi dari kakakku yang kedua dan kakakku yang kelima. Hmm.. kecil-kecil sudah dipanggil tante.
Kelahiran Zain menambah pengalaman untukku..hhe
Awalnya aku bingung saat Zain akan lahir, sebab kakak Zain (Mazia atau sering disapa Zia) menjadi tanggung jawabku karena dia hanya mau ikut denganku. Mau tidak mau, terima tidak terima aku harus mengurusnya, mulai dari mandi, makan, minum susu dan lain sebagainya. Tapi sekarang aku sudah mulai terbiasa mengurusnya dan sekarang selain mengurus Zia aku juga itu serta mengurus Zain (hehe.. itung-itung belajar ngurus bayi), sedikit-sedikit aku mulai bisa..
Awalnya aku bingung saat Zain akan lahir, sebab kakak Zain (Mazia atau sering disapa Zia) menjadi tanggung jawabku karena dia hanya mau ikut denganku. Mau tidak mau, terima tidak terima aku harus mengurusnya, mulai dari mandi, makan, minum susu dan lain sebagainya. Tapi sekarang aku sudah mulai terbiasa mengurusnya dan sekarang selain mengurus Zia aku juga itu serta mengurus Zain (hehe.. itung-itung belajar ngurus bayi), sedikit-sedikit aku mulai bisa..
Senin, 02 Januari 2012
Metamorfosis (Perubahan Kecil Dalam Hidupku)
Bismilahhirahmanirahim..
Senin, 2 Januari 2012 sekitar pukul 06.03 aku tiba di
sekolah, hari pertama masuk sekolah setelah libur semester 3 sekitar 9 hari
(Hmm.. liburnya kurang lama). Belum lagi aku selesai memarkirkan motorku, Egi
(salah satu teman sekelasku) yang terlebih dahulu datang buru-buru
menghampiriku lalu berkata “Asta.. tobat kah neng ?” dan aku hanya tersenyum
mendengar ucapannya kemudian kami sama-sama berjalan menuju kelas. Dalam
perjalanan menuju kelas beberapa teman terus memperhatikanku dan di saat itu
aku berpapasan dengan Ona (teman sekelasku sewaktu kelas sepuluh) “Aaaa....
Yete.. penampilan baru kam” ujarnya dengan nada tinggi dan menghampiriku. Karena
aku kaget dengan teriakkanya aku langsung pergi menghindarinya ternyata, dia
mengejarku sampai ke kelas. Kebiasaan dia kalo ketemu aku pasti kalo nggak
nyubit kedua pipiku ya pasti ketawa-ketawa nggak jelas (aduhh.. memang anak
satu itu).
Saat aku memasuki kelas, teman-temanku pun tidak kalah
terkejutnya seperti halnya Ona. Mereka menatapku seolah-olah aku ini seperti
orang asing, orang yang tidak pernah mereka lihat. “Loh.. Yanti ?”, “Ehh..Yanti
kah nih ?”, “Ya ampun.. Yanti tobat kah ?”, “Ihh.. Yanti kah ? kok nggak mirip
sih ?”. Itu koment mereka saat melihatku tadi pagi, dan aku hanya menjawab
dengan senyuman.
Sewaktu upacara bendera teman-teman dan kakak kelas (terutama
anak kelas XII Bahasa) pun nggak kalah kagetnya melihat penampilanku yang
tiba-tiba berubah. Setelah upacara kak Ayu (kakak kelasku) yang datang mencari
ku kekelas, hmm.. dasar teman-teman ku di kelas suka ngerjain orang, mereka bilang
aku nggak masuk sekolah. Tapi akhirnya mereka kasian ngliat tampang kak Ayu, mereka
memberi tau kalo hari ini aku masuk dan menujuk ke arahku. Kak Ayu bingung
mencari sosok diriku yang jelas-jelas sedang duduk di barisan paling depan.
Akhirnya aku berjalan menghampirinya dan seketika itu juga dia tertawa dan
berkata “Nah ini dia, Hmm... tobat am kah ??” dan sekali lagi aku hanya diam.
Semua itu gara-gara mereka melihat sebuah perubahan
dalam gaya berpakaianku, sangat tampak sekali perbedaan dibanding dengan gaya
berpakaianku sebelumnya. Kini aku mengenakan baju lengan panjang, rok panjang
dan tidak lupa aku juga mengenakan kerudung (aduh.. nyari sensai ja aku nih).
Hmm.. {-Tahun Baru-Baju Baru-Penampilan Baru- }.
Hmm.. alhamdulillah salah satu niat dan keinginanku telah
terwujud. Sebenarnya sudah lama aku ingin mengenakan kerudung (dari sebelum
masuk sma), tapi entah kenapa niat itu terhambat karena nyaliku kecil untuk
memulainya dan kakakku pun mengejekku (huh.. dia memang tidak pernah pro dengan
semua tindakanku), “buat apa pake kerudung kalo sholat aja masih bolong-bolong”
katanya (hehe.. maklum waktu jaman lulus smp aku banyak mainnya). Setelah itu,
nyaliku pun semakin kecil dan sempat beberapa saat keinginan itu ku lupakan.
Tapi setelah hampir setahun aku duduk di bangku sma, aku kembali teringat akan
keinginanku yang belum terwujud itu. Dan terbesit dalam benakku untuk
mewujudkan keinginanku itu.
Sedikit demi sedikit aku mulai membenahi diri, berusaha
melakukan semua yang telah di perintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi
larangan-Nya. Niat ku pun semakin kuat setelah aku mengikuti pengajian di
SPANSA yang di bimbing oleh kak Fenny . Aku banyak belajar darinya, memperdalam
ilmu agama dan dia juga sering mengingatkan ku tenteng cara bergaul dengan
lawan jenis, mengingatkan tentang batasan-batasan antara lawan jenis. Dia
adalah sesorang motivator dan penasehat bagiku. Di saat aku berada dalam
masa-masa sulit, saat aku merasa lelah dalam usahanya mewujudkan keinginan ku
itu, di selalu menolongku. Syukron ya ukhti..^^
Kini aku sudah membulatkan tekatku, meluruskan niatku hanya karena Allah SWT dan memberanikan diriku
untuk menutup aurat seperti yang telah di perintahkan oleh Allah SWT dalam Al- Quran surah Al-Ahzab ayat 59 :
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLAH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).
Semoga ini bukan suatu akhir, tapi merupakan suatu
awal yang baik dari perjalanan hidupku. Aamiin ya Rabb..
Selasa, 13 Desember 2011
Motivasi
Beberapa waktu lalu aku mendapat surat elekrtonik, atau yang lebih dikenal dengan sebutan e-mail. Isi dari e-mail itu berupa sebuah motivasi untukku, dan berkat adanya e-mail yang dikirmkan oleh kak Anne ini membuat beberapa masalahku dapat teratasi, terima kasih kak Anne. Hmm.. isi e-mailnya begini,
Dear Hardiyanti,
Kita adalah RAJA dari pikiran
kita sendiri.
Oleh sebab itu usahakanlah selalu
berprasangka positif, dan hindari
pikiran negatif.
Sebagai 'raja' yang baik, kita
harus mampu untuk slalu memilih
respon positif, meski di tengah
lingkungan paling buruk sekalipun!
Jangan pernah berkata atau merasa
'aku gak layak..' Bercita-citalah
yang besar... berpikirlah maju!
Kita tidak diciptakan untuk menjadi
kalah, tapi diciptakan untuk
memberikan kemenangan!
Kita adalah RAJA dari pikiran
kita sendiri.
Oleh sebab itu usahakanlah selalu
berprasangka positif, dan hindari
pikiran negatif.
Sebagai 'raja' yang baik, kita
harus mampu untuk slalu memilih
respon positif, meski di tengah
lingkungan paling buruk sekalipun!
Jangan pernah berkata atau merasa
'aku gak layak..' Bercita-citalah
yang besar... berpikirlah maju!
Kita tidak diciptakan untuk menjadi
kalah, tapi diciptakan untuk
memberikan kemenangan!
Bekal Sukses Itu Bernama "PD"
Hardiyanti,
Masalah krisis kepercayaan diri (krisis
PD) seringkali menjadi salah satu
masalah klasik yang dialami oleh
sebagian orang.
Meski kelihatannya sederhana, namun
jika dibiarkan berlama-lama, krisis PD
bisa jadi bumerang tersendiri. Salah
satunya, potensi yang ada dalam diri
kita akan terhambat.
Sekarang mari kita ulas sejauh mana
pengaruh kepercayaan diri bisa
mempengaruhi keberhasilan seseorang.
Saat menghadiri seminar atau sebuah
pertemuan misalnya, banyak di antara
kita yang lebih nyaman memilih tempat
duduk di belakang ketimbang di depan.
PD) seringkali menjadi salah satu
masalah klasik yang dialami oleh
sebagian orang.
Meski kelihatannya sederhana, namun
jika dibiarkan berlama-lama, krisis PD
bisa jadi bumerang tersendiri. Salah
satunya, potensi yang ada dalam diri
kita akan terhambat.
Sekarang mari kita ulas sejauh mana
pengaruh kepercayaan diri bisa
mempengaruhi keberhasilan seseorang.
Saat menghadiri seminar atau sebuah
pertemuan misalnya, banyak di antara
kita yang lebih nyaman memilih tempat
duduk di belakang ketimbang di depan.
Alasannya kadang sederhana.. "takut
ditanya sama si pembicara". lol
Namun saat seminar sudah dimulai, yang
duduk paling belakang seringkali jadi
tidak begitu kelihatan atau terdengar
dengan baik apa yang dibicarakan oleh
si pembicara karena terhalang oleh
mereka yang duduk di depan!
Pernah merasa seperti itu? :-)
Atau saat kita masih berstatus pelajar,
apakah kita termasuk yang malu-malu
untuk angkat tangan dan memberikan
jawaban yang sebenarnya kita tahu atas
pertanyaan yang ditanyakan guru kita? :-)
Sekarang, mari kita cari tahu apa saja
yang menyebabkan orang suka minder atau
kurang PD! Berikut beberapa alasannya:
1. Sering berpikir yang 'tidak-tidak'
tentang diri mereka!
"Coba kalau aku tinggi, aku mau dong
jadi model terkenal seperti Luna Maya!
...Tapi sayang, aku nih pendek & item,
gigiku gondrong lagi!!"
gigiku gondrong lagi!!"
** lol, kasihan amet... hehe
Hardiyanti, jangan pernah memandang
sebelah mata terhadap diri kita. Semua yg
kita miliki adalah anugerah Tuhan yang pasti
ada manfaatnya.
Hardiyanti, jangan pernah memandang
sebelah mata terhadap diri kita. Semua yg
kita miliki adalah anugerah Tuhan yang pasti
ada manfaatnya.
Coba baca lagi artikel pertama yang
dulu pernah saya kirimkan dengan judul
"Hargai apa yang kita miliki". :-)
dulu pernah saya kirimkan dengan judul
"Hargai apa yang kita miliki". :-)
2. "Takut Salah" bisa membuat kita
tidak maju.
Jika kita selalu takut salah dalam
melakukan sesuatu, maka pastinya kita
tidak akan pernah bisa berhasil.
Janganlah Hardiyanti takut salah! Karena
kesalahan sebenarnya adalah langkah
awal menuju keberhasilan.
Tokoh-tokoh besar dunia yang
penemuannya sekarang kita nikmati,
dulunya mereka banyak melakukan
kesalahan. Namun, mereka terus dan
terus mencoba untuk memperbaiki
kesalahannya hingga tercipta sebuah
penemuan yang besar, seperti lampu
pijar, pesawat terbang, Google :-)
Dan masih banyak lagi yang lain!
Oleh sebab itu, jangan pernah takut
salah!
3. Jika kita bergaul dengan pengecut,
otomatis kita juga akan jadi pengecut
Hardiyanti, pergaulan bisa mempengaruhi
kepribadian kita. Jika Hardiyanti berada di
lingkungan yang mayoritas tidak punya
rasa PD tinggi, maka jangan harap Hardiyanti
bisa PD.
Yakinlah, sedikit banyak, PD kita
sangat dipengaruhi oleh lingkungan
dimana kita berada. Oleh sebab itu,
pandai-pandailah mencari teman atau
pergaulan yang memiliki kepercayaan
tinggi.
Hardiyanti juga pasti pernah mendengar
istilah "Jika ingin kaya, bergaulah
dengan orang-orang kaya".
Maksudnya, bukan berarti kalau kita
tidak punya uang bisa bersandar pada
mereka dan pinjam uang! :-) Tapi tujuan
kita adalah bisa menyerap 'cara
berpikir' mereka yang bisa membuatmereka menjadi kaya!
4. Tidak perlu terpengaruh pendapat
orang lain
Kita seringkali terpengaruh dengan
pendapat orang lain. Sayangnya, tidak
semua pendapat itu benar. Pendapat atau
masukan dari luar boleh saja kita
tampung. Tugas kita adalah *mengolahnya*,
sekaligus untuk evaluasi diri.
Jika ada pendapat yang justru membuat
Hardiyanti menjadi mundur dan tidak
berhasil, maka Hardiyanti perlu menolaknya,
tanpa perlu terpengaruh oleh pendapat
itu.
Singkat kata, hilangkan jauh-jauh rasa
minder dalam diri kita. Hardiyanti tidak
perlu resah dengan kekurangan yang ada.
Jika ada melakukan kesalahan, tinggal
perbaiki kesalahan yang Hardiyanti buat, dan
jadikan kesalahan itu sebagai pengalaman.
The last but not least...
Selalu perkaya diri Hardiyanti dengan ilmu.
Karena dengan memiliki banyak ilmu,
otomatis kekurangan kita dalam hal lain bisa
tertutupi oleh kelebihan lain yang kita miliki!Selalu perkaya diri Hardiyanti dengan ilmu.
Karena dengan memiliki banyak ilmu,
otomatis kekurangan kita dalam hal lain bisa
Hardiyanti, begitu banyak orang yang tidak
menyadari 'sleeping giant' dalam
dirinya. Potensi dahsyat dan besar yangacapkali diabaikan oleh alam pikirannya
sendiri, yaitu perasaan minder!
So, percaya dirilah Hardiyanti! Agar semua potensi
dahsyat yang Hardiyanti miliki *keluar* dan
tidak lagi terhambat! Senin, 24 Oktober 2011
Apa Bedanya Ta'aruf dan Pacaran ??
Dalam proses ta’aruf dengan calon pasangan, pihak laki dan perempuan dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etika. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi ta`aruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.
Disinilah letak perbedaan antara pacaran dengan ta’aruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil ‘wah’ di depan pasangannya. Berdandan, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari kehidupan real nanti dalam keluarga.
Disinilah letak perbedaan antara pacaran dengan ta’aruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil ‘wah’ di depan pasangannya. Berdandan, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari kehidupan real nanti dalam keluarga.
Padahal setelah menikah, justru semua itu akan ditinggalkan dan masing-masing baru akan tampil dengan wajah dan kelakuan aslinya. Padahal dahulu hal-hal seperti itu tidak pernah dibahas dalam masa pacaran, karena semua waktunya tersita untuk jatuh cinta.
Islam sesungguhnya sejak awal sudah memperkenalkan istilah ta’aruf sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan. Ta’aruf sangat berbeda dengan pacaran. Ta`aruf adalah sesuatu yang syar`i dan memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat.
Tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta’aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.
Istilah pacaran sebenarnya tidak ada batasan bakunya, namun umumnya yang namanya pacaran itu apalagi di zaman permisif dan hedonis sekarang ini tidak lain adalah hubungan lain jenis non mahram dengan segala aktifitas maksiatnya dari khalwat, zina mata, zina telinga dan sampai zina kemaluan.
Bahkan beberapa penelitian di berbagai tempat seperti di Yogyakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sebagian besar pasangan pacaran itu memang telah melakukan hubungan tidak senonoh mulai dari bercumbu, berpelukan, berciuman sampai persetubuhan. Parahnya, semua itu umumnya dilakukan oleh para mahasiswa yang notabene terpelajar dan calon pemimpin bangsa.
Jadi hampir bisa dikatakan bahwa pacaran itu tidak lain adalah zina atau minimal mendekati wilayah zina yang memang haram dan dilarang oleh semua agama.
Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa mengenal calon pasangan hidupnya kalau bukan dengan cara pacaran ?
"Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya."
Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya: "Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu," mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.
Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.
Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan." (Riwayat Ahmad)
Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan pendekatan untuk mengenal lebih dekat. Namun kenyataannya tujuan itu jarang yang tercapai. Karena umumnya alih-alih melakukan pendekatan, yang terjadi justru melakukan sekian banyak bentuk kemaksiatan.
Buktinya, berapa banyak pasangan muda yang sebelum menikah sempat pacaran bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 5 – 10 tahun, sayangnya begitu mereka menikah langsung cerai dan hancur berantakan rumah tangganya. Belum lagi meningkatnya kasus hamil di luar nikah oleh pasangan sendiri dan juga perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa dan pelajar.
Istilah pacaran itu sendiri udah menjadi "biasa".dimana pasangan tidak sah melakukan serangkaian aktifitas bersama. n kebanyakan aktifitas pacaran itu identik dengan apel malam minggu (namanya apel sudah pasti berduaan, karena kalau rame-rame namanya rombongan), juga nonton ke bioskop berdua, berboncengan sepeda motor, jalan-jalan berduaan, makan di restoran berduaan, tukar menukar SMS, saling bertelepon siang dan malam dan semua aktifitas lain yang mengasyikkan. Intinya adalah kebersamaan dan berduaan. Hampir sulit dikatakan pacaran bila semua itu dilakukan bersama-sama dalam kelompok besar.
Bahkan hakikat pacaran adalah pada berduaannya itu. Inilah pacaran yang dikenal dan bukan yang tertulis dalam kamus. Jadi dengan pengertian yang lazim dikenal sekarang ini tentang pacaran, maka tidak bisa lain semua itu adalah khalwat yang diharamkan.
Islam sudah memperingatkan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan karena yang ketiganya adalah setan.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

.jpg)






