بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sabtu, 31 Maret 2012

Analisis Novel









1.   Keterangan Novel

Novel yang saya analisis adalah novel angkatan Balai Pustaka yang berjudul Azab dan Sengsara. Ialah salah satu novel karangan  Merari Siregar (1896-1940). Novel ini di terbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1927.

2.   Sinopsis Novel
Suatu senja di pinggiran sungai yang terletak di tengah-tengah kota Sipirok, duduk seorang remaja yang menunggu kekasihnya datang. Remaja itu bernama Mariamin, ia sering di panggil Riam. Kemudian Aminu’ddin sang kekasih hatinya datang, tapi Riam sangat sedih sebab kekasihnya itu datang untuk berpamitan karena ia akan segera pergi ke Medan untuk mencari pekerjaan agar ia bisa menikahi kekasihnya itu.
Aminu’ddin adalah anak kepala kampung A. Ayah Aminu’ddin merupakan kepala kamupung yang terkenal Sipirok, hartanya banyak. Harta itu berasal dari peninggalan orangtua ayah Aminu’ddin, karena ia rajin bekerja, maka hartanya jadi banyak. Ayah Aminu’ddin memiliki budi perkerti yang baik. Dan sifat baiknya itu menuruk kepada anaknya yaitu Aminu’ddin yang memiliki sifat yang baik, cerdas dan rajin
Setelah Aminu’ddin pulang, Riam masuk ke rumah dan menemui ibunya yang sedang sakit. Aminu’ddin dihadapan ibunya. Setelah selesai memberi makan sekaligus menyuapi sang ibu, Riam pergi kekamarnya untuk tidur. Setelah anaknya itu pergi si ibu belum tidur, ia memikirkan masa lalunya. Dulu mereka dikatakan masuk ke golongan orang kaya dan ternama di Sipirok.
Ayah Mariamin yaitu Sutan Baringin merupakan seorang yang kaya dan bergelar bangsawan. Akan tetapi karena Sutan Baringin memiliki sifat yang tamak, pemalas, angkuh, pemarah dan bengis membuat ia istri dan anak-anaknya jatuh miskin. Berulang-ulang kali sang istri melarang suaminya itu untuk berhenti berjudi dan membuat masalah. Tapi sang suami tidak pernah mau mendengarkan istrinya itu, ia lebih mendengarkan perkataan pokrol bambu bernama Marah Sait. Tetapi sang istri tetap sabar dan setia manghadapi suaminya itu.
Aminu’ddin dan Mariamin akrab sejak kecil, mereka juga memiliki hubungan darah karena ibu Aminu’ddin adalah saudara dari ayah Mariamin. Dan Mariamin juga memiliki hutang budi kepada Aminu’ddin karena Aminu’ddin pernah menyelamatka nyawanya saat ia hanyut  terbawa arus sungai saat air sunggai meluap ketika hujan deras.
Saat Sutan Baringin mengijak dewasa, ia dinikahkan oelh ibunya ddengan gadis bernama Nuria yaitu ibu Mariamin. Suatu hari Sutan Baringin mendapat surat dari Deli yang isinya bahwa salah seorang saudaranya akan datang ke kampung halamannya untuk pindah dan meminta separuh dari harta warisannya. Saudara Sutan Baringin itu bernama Baginda Muliam. Mereka adalah saudara sekakek, kakek Sutan Baringin memiliki dua istri, istri mudanya adalah nenek dari Baginda Mulia dan istri pertama adalah nenek dari Sutan Baringin. Sutan Baringin yang memiliki sifat dengki, tamak, angkuh itu tidak rela jika hartanya itu di bahgi kepada orang lain. Ia pun mengajukan kasus itu ke pengadilan, dan ia selalu kalah dalam tiap persidangan. Karena ia tidak puas, ia melakukan banding. Dan ia pun menggunakan saksi-saksi palsu, tapi tetap saja kalah. Lama kelamaan harta bendanya habis hanya untuk membiayai persidangan. Kasus itu pun berlangsung hingga lima tahun lebih.
Setelah jatuh miskin, ia hanya tinggal di gubuk kecil di pinggir sungai. Sutan Baringin jatuh sakit. Ia hanya dapat terbaring lemah tak berdaya, sampai akhirnya ia meninggal. Sepeninggal Sutan Baringin, ibu Mariamin harus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mariamin pun ikut membantu ibunya mencari nafkah.
Setelah tiga bulan Aminu’ddin ada di Medan, ia mengirim surat pada Mariamin. Ia memberitahukan kepada Mariamin bahwa  ia telah memiliki pekerjaan, dan Mariamin pun membalas surat dari Aminu’ddin itu. Mariamin sangat bahagia, karena isi surat dari Aminu’ddin adalah meminta Mariamin menjadi  istinya dan ia juga sudah mengirim surat kepada orang tuanya untuk membritahukan hal itu. Tapi ayah Aminu’ddin tidak menyetujui permintaan putranya, walaupun istrinya telah membujuknya, ia tetap pada pendiriaannya. Mariamin mempersiapkan  jamuan untuk menjamu orang tua Aminu’ddin. Tapi orang tua Aminu’ddin tak kunjung datang,  yang  datang adalah surat permintaan maaf yang dikirim oleh  Aminu’ddin. Isinya  ia memberitahukan bahwa kedua orang tuanya berada di Medan dengan membawa gadis lain sebagai calon istrinya. Ia tidak bisa menolak permintaan orang tuanya dan ia tidak ingin mempermalukan kedua orangtuannya dan ia juga tidak ingin durhaka kepada kedua orang tuanya.
Mariamin adalah gadis yang solehah,  ia menerima permintaan maaf Aminu’ddin dan ia menerima semua ini sebagai nasibnya. Setelah sekitar dua tahun Mariamin pun menikah dengan orang  yang belum dikenalnya, laki-laki itu bernama Kasibun. Usianya agak tua, tidak tampan dan ia pintar dalam hal tipu daya, selin itu ia juga mengidap penyakit mematikan yang mudah menular pada pasangannya. Aminu’ddin  mengunjungi Mariamin di rumah suaminya ketika suaminya sedang bekerja. Kasibun sangat  marah setelah dia mengetahui kedatangan  Aminu’ddin, apalagi ketika Mariamin menolak berhubungan suami istri. Kasibun tidak segan-segan menamparnya, memukulnya dan penyiksaan lainnya. Akhirnya karena Mariamin tidak tahan lagi dengan perbuatan suaminya itu, dilaporkannyalah suaminya kepada polisi.  Sampai akhirnya mereka bercerai,  Mariamin terpaksa pulang ke kampung halamannya dengan membawa nama yang kurang baik, membawa malu, menambah azab dan sengsara di hidupnya di rumah kecil yang  terletak di pinggir sungai Sipirok.  Akhirnya Mariamin pun meninggal dengan meninggalkan azab dan sengsaranya di bumi.

3.   Unsur Interinsik Novel

a.     Tema

Tema dari novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar adalah lebih banyak mengarah kepada adat dan kebiasaan yang kurang baik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Sumatra Utara.

b.    Alur

Alur yang terdapat dalam novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar adalah alur campuran. Pertama pengenalan tokoh di waktu senja, sewaktu Amiu’ddin berpamitan kepada Mariamin hendak pergi ke Medan untuk mencari kerja. Lalu menceritakan saat Mariamin dan Aminu’ddin masih kecil dan juga menceritakan tentang orang tua mereka berdua sejak menikah. Kemudian kembali menceritakan Aminu’ddin dan telah mendapat pekerjaan. Setelah itu menceritakan Aminu’ddin yang menikah dengan gadis pilihan ayahnya, setelah hampir dua tahun Mariamin pun menikah dengan soreng laki-laki yang tidak dikenalnya. Kemudian Marimin pun bercerai dengan laki-laki itu dan ia kembali ke kampung halamannya, sampai akhirnya ia meniggal.


c.      Penokohan

Mariamin                            : Baik hati, rajin, penyabar, dan pemaaf
Aminu’ddin                        : Baik hati, rajin, pandai, dan anak yang berbakti
Sutan Baringin                   : Pemarah, pemalas, tamak, angkuh dan bengis
Nuria (ibu Mariamin)          : Penyabar, setia, sederhana
Ibu Aminu’ddin                 : Baik hati, taat dan setia kepada suami
Baginda Diatas (ayah Aminu’ddin)           : Rajin, Bijaksana
Kasibun                              : Bengis, jahat, pintar menipu
Marah Sait                          : Jahat dan penghasut


d.    Latar

1). Tempat

a). Di gubuk di tepi sungai Sipirok
b). Di gubuk di tengah sawah
c). Sungai di Sipirok
d). Rumah besar miliki Mariamin
e). Rumah Kasibun di Medan
f). Kampung A yang kepala desanya adalah Aminu’ddin
g). Kubur Mariamin

2). Waktu

a). Senja
b). Malam hari
c). Pagi hari
d). Siang hari

3). Suasana

a). Sedih
b). Senang
c). Tegang
d). Mengharukan

e.      Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan dalam novel Azab dan Sengsara karangan Merari Siregar adalah sudut pandang orang ketiga

f.      Amanat

Dalam kehidupan suami istri seharusnya keadaan di tanggung bersama, susah bersama dan senang pun bersama.


4.   Nilai-Nilai Dalam Novel

a.     Nilai Sosial

Nilai sosial dalam novel ini yaitu sikap saling tolong menolong yang dilakukan Aminu’ddin kepada Mariamin

b.    Nilai Budaya

Nilai budaya yang terdapat dalam novel ini adalah budaya dimana orang yang telah dianggap dewasa harus segera dikawinkan. Dan mereka biasanya menjodohkan anak mereka.

c.      Nilai Kepercayaan

Nilai kepercayaan dalam novel ini yaitu saat ayah Aminu’ddin mengajak istrinya pergi ke pada peramal/dukun untuk melihat kehidupan Aminu’ddin dan Mariamin jika mereka menikah.



d.    Nilai Religius

Nilai religius dari novel ini adalah saat ibu Mariamin, Mariamin melaksanakan ibadah.


e.      Nilai Moral

Nilai moral dalam novel ini yaitu sikap Mariamin dan ibunya yang sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan hidup.



5.   Keterkaitan Novel  Dengan Kehidupan Saat Ini
Keterkaitan novel  Azab dan Sengsara karya Merari Siregar dengan kehidupan saat ini yaitu kehidupan Mariamin masih ada yang terjadi di di masa sekarang ini. Sikap ayah Aminu’ddin yang tidak menyetujui  anaknya menikah dengan Mariamin masih banyak terjadi di masa sekarang ini.

Rabu, 29 Februari 2012

Aneuk Yatim by Rafli




Jino lon kisah saboh riwayat
Kisah baro that baro that di Aceh Raya
Lam karu Aceh..Aceh Timu ngon Barat ngon Barat
Di saboh tempat tempat meuno calitra
Na sidro aneuk jimo siat at
Lam jiep jiep saat saat dua ngon poma
Ditanyong bak ma bak ma ayah jino pat..jino pat?
Ilon rindu that rindu that
keuneuk eu rupa
Nyo mantong hudep meupat alamat
Uloun jak seutot jak seutot oh watee raya
Nyo ka meuninggai..meuninggai
Meupat keuh jirat ..ouh jirat
Loun keuneuk jak siat jak siat loun baca do’a
Udeep di poma oh tan lee Ayah
Loun jak tueng upah tueng upah
Loun bri bu gata
Ka naseb tanyo geutanyo Kehendak bak Allah..bak Allah
Adak pih susah susah tetap loun saba
Se eut lee poma aneuk meutuah
Kehendak bak Allah..bak Allah geutanyo saba
Bek putouh asa ..hai asa cobaan Allah..Ya Allah
Saba ngon tabah ..ngon tabah dudo bahgia..
Talakee do’a ..taniet bak Allah
Ubee musibah..musibah bek lee trok teuka
Aceh beu aman..beu aman bek lee ro darah..ro darah
Seuramo mekkah..mekkah beu kong agama.

Artinya :
Kini kuceritakan sebuah riwayat
Kisah yang baru terjadi di Aceh Raya
Dalam konflik Aceh.. Aceh, Timur dan Barat
Disuatu tempat..begini ceritanya



Ada seorang anak yang menangis setiap saat
hampir setiap saat bersama ibunya 
ia bertanya pada ibunya, dimana ayah sekarang? 
Aku sangat rindu, rindu sekali 
ingin melihat wajahnya

Kalau masih hidup, dimana ia tinggal?
kan ku cari, ku cari ketika dewasa 
Jika meninggal..meninggal 
dimana  kuburannya? 
Aku kan datang kan datang, membaca doa

Hidup sang bunda tanpa ada ayah
Ku cari kerja ya kerja
Untuk memberimu makan
Sudah nasib kita, takdir Allah ya Allah
Walaupun susah oh susah tetap ku bersabar

Dijawab ibunya , wahai anakku tersayang
Kehendak Allah ya Allah, kita bersabar
Jangan putus asa hai asa, cobaan Allah ya Allah
Sabar dan Tabah dan tabah, akhirnya bahagia

Kita berdoa, Niatkan pada Allah
Semua musibah..musibah, jangan lagi datang
Aceh harus aman, jangan lagi tumpah darah
Serambi Mekah, Kuatkan agama




Lagu ini kembali mengingatkanku pada alm ayah.. :(

Ayah..  apa ayah tau anakmu ini sangat merindukanmu..
Ayah.. kenapa ayah pergi secepat ini.. sebelum anakmu ini bisa membalas semua kebaikanmu..
Ayah.. aku hanya bisa mengirimkan doa untuk,
Semoga ayah di sana baik-baik aja..


Ayah... I Miss You...
Kapan kita bisa ketemu lagi, kumpul kaya dulu lagii ??

Sabtu, 21 Januari 2012

Keponakan Baru

Muhammad Zain

Muhmmad Zain


Subhanallah.. sekali lagi aku melihat Kuasa-Mu, Kebesaran-Mu yang sungguh luar biasa tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Sungguh Engkau Maha Sempurna.

Minggu, 15 Januari 2012 atas Kehendak-Mu..
Engaku telah menghadirkan bayi mungil yang menambah kebahagiaan di dalam keluarga besar kami. Bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir tanpa kurang suatu apapun itu, kini menjadi perimadona di keluarga kami. Lahir dengan berat 3,2kg dan panjang kurang lebih 41cm membuat aku dan keluarga besarku sering berkumpul. Biasanya kami hanya mementingkan urusan kami sendiri, tapi setelah ia lahir kami seakan-akan lupa dengan segala urusan kami dan mendahulukan dia. Kami sepakat memberi dia nama Muhammad Zain, dan panggilannya Zain.

Kelahiran Zain membuatku merasa semakin tua..hhe
Padahal umurku baru 16th dan bulan juni nanti baru menginjak 17th, tapi kelahiran Zain menambah jumlah keponkanku. Sekarang keponakanku menjadi 6orang. Bahkan keponakanku yang paling tua hanya selisih setahun delapan hari denganku, namanya Danu Kartawijaya dan memiliki dua orang adik namanya Reka Puspasari dan Adam Maulana, mereka adalah anak dari kakakku yang pertama. Lalu keponakanku yang berikutnya bernama Nadia Rahila, dia adalah anak dari kakakku yang ketiga. Dan dari kakakku yang keempat, aku memiliki dua keponakan bernama Mazia dan Muhammad Zain. Aduhh... banyak yaa keponakanku ini, belum lagi nanti (belum tau kapan) aku bakal mendapat keponakan lagi dari kakakku yang kedua dan kakakku yang kelima. Hmm.. kecil-kecil sudah dipanggil tante.

Kelahiran Zain menambah pengalaman untukku..hhe
Awalnya aku bingung saat Zain akan lahir, sebab kakak Zain (Mazia atau sering disapa Zia) menjadi tanggung jawabku karena dia hanya mau ikut denganku. Mau tidak mau, terima tidak terima aku harus mengurusnya, mulai dari mandi, makan, minum susu dan lain sebagainya. Tapi sekarang aku sudah mulai terbiasa mengurusnya dan sekarang selain mengurus Zia aku juga itu serta mengurus Zain (hehe.. itung-itung belajar ngurus bayi), sedikit-sedikit aku mulai bisa.. 

Surat Untuk Mama





Ma, apa kabar? Beberapa hari ini aku melihat mata mama selalu bengkak. Mama menangis? kenapa? apa karena aku. Padahal aku disini baik-baik saja. Aku bahagia. Semua serba indah. Tidak seperti sebulan lalu kala aku sedang bernafas. Aku merasa tersiksa dan tiba-tiba saja semua berhenti. Aku tidak bisa lagi merasakan kedekatan dengan mama. Aku bahkan merasa diluar kenyamanan. Sakit memang ma tapi sekarang tidak lagi. Sekarang aku senang. Mamapun harus senang.
Jangan menangis lagi mama. Aku tidak ingin melihat mama sedih terus. Airmata mama sudah terlalu banyak tumpah hanya untuk aku. Disini aku bisa bernafas dengan bebas. Hari ini saja aku berlari dengan teman-teman, bermain bersama, lamaaaa sekali. Aku kuat ma. Kakiku walaupun kecil tapi kuat jika berlari. Mama pasti kalah tanding lari sama aku. Suatu hari nanti mama pasti kuajak berlari. Rindukan waktu itu ya ma.
Jangan menyalahkan diri sendiri terus ma. Sudahlah semua sudah baik-baik saja sekarang. Mama mungkin pernah tidak menginginkan aku. Tapi aku telah memaafkan. Mama mungkin takut akan pengakiman dunia atas kehadiranku. Yang ini pun telah kumaafkan. Untuk itu aku mohon berhentilah menangis. Airmata mama sebanyak apapun yang keluar tidak mungkin bisa membawa aku kembali kesisimu. Hanya akan membuat mama tampak lebih tua.
Jangan ma, jangan menangis lagi. Aku ingin selalu melihat kecantikan wajah mama. Aku juga merindukan senyuman manis mama yang selalu tersungging waktu mama mengelusku. Mama ingat itu, waktu aku berusia 6 minggu. Mama meletakkan tangan mama tepat dipunggungku. Waktu itu aku kira sedang ada orang yang memijatku. Eh ternyata tangan mamalah yang sedang mengelus punggungku. Menenangkan aku.
Terima kasih mama. Aku memang tidak sempat menghirup udara bumi ini. Tapi aku sudah cukup bahagia memiliki mama sepertimu. Aku bangga menjadi puteri mama. Kata teman-temanku aku mewarisi kecantikan mama. Disini semua orang terpesona dengan pancaran cahaya yang keluar dari mata indahku. Semua itu kuwarisi darimu, mama. Teman-temanku mereka juga sama dengan aku. Mereka tidak diinginkan oleh mama mereka dan akhirnya dibuang.
Dua hari yang lalu aku dan temen-teman duduk ditaman yang disediaan Tuhan khusus untuk kami. Cerita kami ramai sekali ma. Seru. Semua berebutan ingin bercerita lebih dulu tentang mama masing-masing. Semua membanggakan mamanya. Akupun ingin tapi entah kenapa aku malah sedih. Didepan teman-temanku aku tak mampu berkata-kata. Padahal aku ingin. Aku ingin mereka tahu bahwa mama adalah pahlawanku.
Bagaimana bisa aku bercerita pada mereka tentang mama jika aku selalu melihat mama menangis sejak pulang dari klinik om dokter itu. Aku lupa siapa namanya. Mama bahkan tidak mau makan. Berhari-hari hanya mengurung diri dikamar. Menangis saja. Sampai-sampai mama sakit. Aku melihat wajah mama begitu kusut. Tidak seperti biasanya. Bukankah mama selalu ceria? Teman-teman mama yang bilang itu dan sekarang mereka kehilangan keceriaan mama.
Hidup harus terus berlanjut ma. Meskipun mama menyesali keputusan mama. Tidak ada yang bisa berubah. Aku tidak mungkin kembali lagi pada mama. Mama telah membuangku, menolakku. Saat itu memang menyakitkan tapi bukankah aku sudah bilang bahwa aku memaafkan mama. Aku sayang pada mama mana mungkin aku bisa marah. Disini semua orang saling memaafkan. Tanyakan saja pada teman-temanku, mereka akan sangat setuju denganku.
Mama mulai sekarang hapuslah airmatamu. Jangan menangis lagi. Jangan khawatirkan keadaanku. Disini semua keperluanku terpenuhi dengan sendirinya. Aku bahagia. Jadi mama tidak perlu menangis lagi karena aku telah memaafkan mama. Aku sayang mama lebih dari perasaan sayang mama padaku. Tuhan menjagaku dengan sangat baik sehingga aku tumbuh menjadi anak yang kuat. Mama aku merindukan kehadiran mama suatu hari nanti, menemaniku.

Dedicated to: Semua bayi malang yang menjadi korban aborsi.




Dari berbagai sumber..

Senin, 02 Januari 2012

Metamorfosis (Perubahan Kecil Dalam Hidupku)





Bismilahhirahmanirahim..

Senin, 2 Januari 2012 sekitar pukul 06.03 aku tiba di sekolah, hari pertama masuk sekolah setelah libur semester 3 sekitar 9 hari (Hmm.. liburnya kurang lama). Belum lagi aku selesai memarkirkan motorku, Egi (salah satu teman sekelasku) yang terlebih dahulu datang buru-buru menghampiriku lalu berkata “Asta.. tobat kah neng ?” dan aku hanya tersenyum mendengar ucapannya kemudian kami sama-sama berjalan menuju kelas. Dalam perjalanan menuju kelas beberapa teman terus memperhatikanku dan di saat itu aku berpapasan dengan Ona (teman sekelasku sewaktu kelas sepuluh) “Aaaa.... Yete.. penampilan baru kam” ujarnya dengan nada tinggi dan menghampiriku. Karena aku kaget dengan teriakkanya aku langsung pergi menghindarinya ternyata, dia mengejarku sampai ke kelas. Kebiasaan dia kalo ketemu aku pasti kalo nggak nyubit kedua pipiku ya pasti ketawa-ketawa nggak jelas (aduhh.. memang anak satu itu).

Saat aku memasuki kelas, teman-temanku pun tidak kalah terkejutnya seperti halnya Ona. Mereka menatapku seolah-olah aku ini seperti orang asing, orang yang tidak pernah mereka lihat. “Loh.. Yanti ?”, “Ehh..Yanti kah nih ?”, “Ya ampun.. Yanti tobat kah ?”, “Ihh.. Yanti kah ? kok nggak mirip sih ?”. Itu koment mereka saat melihatku tadi pagi, dan aku hanya menjawab dengan senyuman.

Sewaktu upacara bendera teman-teman dan kakak kelas (terutama anak kelas XII Bahasa) pun nggak kalah kagetnya melihat penampilanku yang tiba-tiba berubah. Setelah upacara kak Ayu (kakak kelasku) yang datang mencari ku kekelas, hmm.. dasar teman-teman ku di kelas suka ngerjain orang, mereka bilang aku nggak masuk sekolah. Tapi akhirnya mereka kasian ngliat tampang kak Ayu, mereka memberi tau kalo hari ini aku masuk dan menujuk ke arahku. Kak Ayu bingung mencari sosok diriku yang jelas-jelas sedang duduk di barisan paling depan. Akhirnya aku berjalan menghampirinya dan seketika itu juga dia tertawa dan berkata “Nah ini dia, Hmm... tobat am kah ??” dan sekali lagi aku hanya diam.

Semua itu gara-gara mereka melihat sebuah perubahan dalam gaya berpakaianku, sangat tampak sekali perbedaan dibanding dengan gaya berpakaianku sebelumnya. Kini aku mengenakan baju lengan panjang, rok panjang dan tidak lupa aku juga mengenakan kerudung (aduh.. nyari sensai ja aku nih).

Hmm..  {-Tahun Baru-Baju Baru-Penampilan Baru- }.

Hmm.. alhamdulillah salah satu niat dan keinginanku telah terwujud. Sebenarnya sudah lama aku ingin mengenakan kerudung (dari sebelum masuk sma), tapi entah kenapa niat itu terhambat karena nyaliku kecil untuk memulainya dan kakakku pun  mengejekku  (huh.. dia memang tidak pernah pro dengan semua tindakanku), “buat apa pake kerudung kalo sholat aja masih bolong-bolong” katanya (hehe.. maklum waktu jaman lulus smp aku banyak mainnya). Setelah itu, nyaliku pun semakin kecil dan sempat beberapa saat keinginan itu ku lupakan. Tapi setelah hampir setahun aku duduk di bangku sma, aku kembali teringat akan keinginanku yang belum terwujud itu. Dan terbesit dalam benakku untuk mewujudkan keinginanku itu.

Sedikit demi sedikit aku mulai membenahi diri, berusaha melakukan semua yang telah di perintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Niat ku pun semakin kuat setelah aku mengikuti pengajian di SPANSA yang di bimbing oleh kak Fenny . Aku banyak belajar darinya, memperdalam ilmu agama dan dia juga sering mengingatkan ku tenteng cara bergaul dengan lawan jenis, mengingatkan tentang batasan-batasan antara lawan jenis. Dia adalah sesorang motivator dan penasehat bagiku. Di saat aku berada dalam masa-masa sulit, saat aku merasa lelah dalam usahanya mewujudkan keinginan ku itu, di selalu menolongku. Syukron ya ukhti..^^

Kini aku sudah membulatkan tekatku, meluruskan niatku hanya karena Allah SWT dan memberanikan diriku untuk menutup aurat seperti yang telah di perintahkan oleh Allah SWT dalam Al- Quran surah Al-Ahzab ayat 59 :
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLAH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).



Semoga ini bukan suatu akhir, tapi merupakan suatu awal yang baik dari perjalanan hidupku. Aamiin ya Rabb..

Jumat, 30 Desember 2011

Sungguh Malang Nasib Kotaku (Pangkalan Bun)

Demo didepan Kantor Bupati Kotawaringin Barat oleh masa pendukung SUKSES


Pangkalan Bun, kota manis..
Kota kelahiranku yang dulu indah kini telah di rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, oleh orang-ornag yang hanya memikirkan uang dan kekuasaan.. 

Demo, rusuh, dan pengrusakan fasilitas-fasilitas umum daerah merupakan bentuk kekecewaan salah satu pihak dari dua calon bupati Kotawaringin Barat yang dikalahkan dalam pemilukada oleh keputusan MK.

Semua bermula sejak tahun 2010 (kalau tidak salah). Saat pilkada terdapat dua calon bupati dan wakil bupati, yaitu yang pertama adalah SUKSES (Sugianto dan Eko Sumarno) dan yang kedua adalah UJI-BP (Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto). Mereka bersaing ketat mengambil simpati rakyat dengan mengucapkan janji-janji dan bujuk rayu mereka agar masyarakat memilih mereka.

Setelah hasil pemilukada dikeluarkan oleh KPU Kobar dan jumlah suara terbanyak di raih oleh pasangan SUKSES. Pasang UJI-BP pun tidak terima dan angkat suara dengan hasil keputusan itu, karena dalam prosesnya ternyata pasangan SUKSES menggunakan uang atau yang sering di sebut dengan “Money Politic” karena banyak masyarakat yang mengaku menerima uang dari pihak tersebut dan hampir merata di seluruh wilayah Kobar (Waduhh.. banyak bener tuh duitnya). Lalu pasangan UJI-BP pun segera melaporkan kasus ini ke MK, UJI-BP pun mengirim sekitar 69 orang saksi yang mengaku menerima uang suap tersebut.  Dan tidak lama setelah itu, MK membatalkan putusan KPU Kobar yang menyatakan tentang kemenang SUKSES di pemulikada lalu. Kubu SUKSES pun tidak mau tinggal diam, mereka melakukan demo menenentang keputusan MK dan mereka pun tidak segan-segan melakukan tindakan anarkis dan mereka juga menjelak-jelekkan Kepemimpinan Ujang Iskandar di masa pemerintahan sebelumnya saat ia menjabat sebagai Bupati Kobar. Kasus ini pun terus berlanjut hingga sekarang (2011). 

Hmm.. tidak terasa ternyata sudah 1 tahun Kotawaringin Barat tidak memiliki Bupati, selama ini tugas Bupati di gantikan oleh Pelaksana Harian (Bupati sementara), Aduhh.. sungguh malang nasib kota ini, pembangunan di Kobar pun terhambat gara-gara tidak ada bupati. Dan sekarang kota ini semakin RUSAKKK.. !!!!!!!!!!

Tercatat sudah beberapa kali mereka melakukan hal-hal yang membuat masyarakat Kobar manjadi takut misalnya  menyebarkan isu-isu yang tidak benar. Seperti sempat tersiar kabar bahwa “pasar bawah akan di bakar”, hal itu membuat para pedagang kalang kabut termasuk juga aku, karena orang tuaku adalah pedagang di pasar tersebut. Banyak pedangang yang mengungsikan barang dagangannya karena takut pasar akan di bakar, tapi syukurlah hal itu tidak terjadi. Memang sempat terjadi “pembakaran” di salah satu rumah, tapi setalah di usut rumah itu ternyata hanya sebuah rumah kosong yang sengaja di bakar untuk menakut-nakuti masyarakat.

Demo didepan Kantor KPU Kotawaringin Barat yang dilakukan
oleh masa pendukung SUKSES

Selain menyebarkan isu, mereka juga melakukan tindakan anarkis seperti melakukan demo dan melakukan pengrusakan, mulai dari demo di depan kantor KPU Kobar, sampai dengan aksi pengrusakan fasilitas-fasilitas umum daerah seperti pengrusakan lampu jalan, Tugu Adipura, Kantor Bupati dan beberapa instansi pemerintah yang lain. Puncaknya adalah kemarin (29 Desember 2011) sekitar pukul 14.30 rumah dinas bupati Kotawaringin Barat (JL.P.Antasari) dibakar serta rumah salah seorang warga yang menjadi saksi (di kelurahan Madurejo) turut di bakar oleh masa pendukung SUKSES.


Tugu Adipura, merupakan salah satu Tugu kebanggaan masyarakat Kotawaringin Barat.


Pembakarna Tugu Adipura dan pengrusakan sebuah mobil
oleh masa pendukung SUKSES yang tidak terima dengan keputusan MK
Kondisi Tugu Adipura setelah di bakar masa




Konfoy masa pendemo yang menuju ke Kantor Bupati


Rumah Dinas Bupati Kotawaringin Barat

Angin yang bertiup kencang dan bangunan yang terbuat dari kayu membuat
api cepat menjalar menghanguskan rumah dinas bupati Kobar
Hari ini, tanggal 30 Desember 2011 pada pukul 08.00 WIB Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto oleh Menteri Dalam Negeri  atas nama Gubernur Kalimantan Tengah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat di Jakarta. Setelah pelantikan ini apa lagi yang akan terjadi pada kota Kobar ?????




Pangkalan Bun yang memiliki julukan sebagai kota "MANIS"
M : Makmur
A : Aman
N : Nyaman
I : Indah
S : Sejahtera


Kini sudah tidak MANIS lagi.. 


Kembalikan kotaku seperti dulu lagiiiiii...